Sumber Detik.com

Madinah – Nursina Sabtu Sula, usianya sudah tidak lagi muda. Tapi ia memberi kesan tidak takut pada siapa saja. Calon haji (calhaj) asal Ternate, Maluku Utara, ini berani melawan tiga orang jahat yang mengeroyoknya di sekitar Masjid Nabawi.

Nursina berkisah, ia melakukan salat arbain di Masjid Nabawi Madinah mulai zuhur, asar, maghrib dan isya. Usai salat isya, Nursina keluar dari masjid namun teman-temannya tidak lagi kelihatan. Nursina pun kemudian meninggalkan masjid sendirian.

Saat berjalan keluar masjid, ada tiga perempuan berbaju hitam-hitam mendekatinya. Mereka, menurut Nursina, memakai anting di hidungnya. Meski berada di sekitar Masjid Nabawi, para perempuan itu tega-teganya berniat melakukan dosa.

Mereka mempunyai niat jahat ingin merebut tas Nursina. Saat Nursina lewat, mereka berteriak ‘Indonesia Indonesia’ sehingga Nursina menoleh. Setelah calhaj berusia 60-an tahun itu menoleh dan memperhatikan mereka, tiga perempuan itu pun mendekati Nursina.

“Tapi tiba-tiba saja mereka akan merebut tas saya. Ya saya pukul saja. Saya bilang tidak boleh begitu. Itu dosa. Itu kan uang saya kok mau diambilnya,” kata Nursina menggebu-gebu.

Setelah memukul, Nursina pun lari agar tidak dikeroyok lagi. Si ibu bersyukur uangnya tidak ada yang  berhasil diambil tiga perempuan berbaju hitam itu. Ibu dari 7 anak itu lantas melanjutkan perjalanan untuk kembali ke pemondokannya.

Namun lagi-lagi dia lupa di mana persisnya letak hotel tempatnya menginap. Maka ibu itu pun kembali mendatangi kantor Daerah Kerja Madinah. “Ini yang kedua kali saya ke sini. Daripada saya bingung lebih baik saya ke sini,” ujar Nursina.

Di antara para jamaah yang tersesat dan dibawa ke Daker Madinah, Nursina memang tampak kuat. Jamaah wanita lainnya ada yang menangis, ada yang memilih membisu dan tampak bersedih. Tapi Nursina santai saja.”Kalau tersesat atau mendapat ujian itu akan membuat kita makin kuat,” ujar Nursina.

Di Daker Madinah, Nursina pun bercerita ia masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan Sultan Ternate, Mudhafar Syah. Ia memiliki 7 anak dan yang paling bungsu, seorang perempuan masih kuliah di Jakarta.

Dengan haru, Nursina pun menceritakan tentang putranya yang kedua yang meninggal hanya selang beberapa bulan sebelum ia pergi ke tanah suci. “Sebelum meninggal ia menemui saya dan berkata saya akan pergi. Nanti kalau saya pergi Ibu tetap harus naik haji ya,” kisah Nursina penuh haru.

Maka untuk memenuhi permintaan terakhir anaknya itu, Nursina kini berada di tanah suci Madinah. Ia mendoakan sang anak akan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah.

——————-

Note :

Karena itulah jamaah haji diharapkan selalu waspada. Di tanah sucipun ada kejahatan. Waspadalah.

Beberapa tips untuk menghindari kejahatan di tanah suci antara lain :

1. Selalu berdoa memohon kemudahan kepada Allah

2. Selalu mengikuti kelompok atau rombongan. Jangan memisahkan diri dari kelompok, terlebih para usia lanjut

3. Jangan memberikan / menitipkan barang Anda kepada orang yang tidak dikenal

4. Jangan mudah percaya orang asing yang pura-pura menolong

5. Jangan membawa barang-barang berharga secara mencolok

(red CaraHaji.com)