Sumber Detik.com

Mekkah – Jamaah haji Indonesia tidak perlu khawatir berlebihan, namun tetap harus bersikap hati-hati saat berada di Masjidil Haram, Mekkah. Daerah kerja Mekkah akan melakukan antisipasi terhadap kejahatan yang sering terjadi di Masjidil Haram. Tim khusus akan diterjunkan.

Kepala Seksi Pengamanan dan Penanganan Kasus Daker Mekkah, Firman Hakim menyatakan, saat ini sebanyak 23 personel dari TNI, Polri dan Pramuka dengan dibantu 18 petugas keamanan diterjunkan khusus untuk melakukan pengamanan di
sekitar Masjidil Haram.

“Selain ditempatkan di sekitar Masjidil Haram, mereka juga disebar di 11 sektor pemondokan di Mekkah. Nantinya mereka ada juga yang menggunakan pakaian preman untuk mengawasi para jamaah di sekitar Masjidil Haram,” kata Firman, di Mekkah, Senin (18/10/2010).

Keamanan Mekkah juga akan terus melakukan sosialisasi mengenai berbagai modus kejahatan kepada para jamaah. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jamaah haji Indonesia sering menjadi sasaran tindak kejahatan. Oleh karenanya jamaah perlu mengatahui modus-modus tindak kejahatan yang sering terjadi di lingkungan Masjidil Haram.

Modus operandi para pelaku tindak kejahatan antara lain dengan berpura-pura sebagai petugas yang menawarkan jasa membantu jamaah. Karena itu, jangan mudah menerima tawaran dari seseorang yang menggunakan satu bahasa tertentu.

“Tindakan kriminal itu dilakukan oleh jaringan atau sindikat kejahatan asal Indonesia. Pelaku biasanya mendatangi kloter yang sesuai dengan daerah asalnya,” katanya.

Jamaah haji juga diimbau agar tidak membawa uang yang berlebihan saat akan menuju Masjidil Haram. “Sekali lagi, saya ingatkan jamaah harus waspada dan hati-hati,” katanya.

Pemondokan

Sementara itu petugas haji telah menerima kunci pemondokan haji di Mekkah. Para petugas masih terus melakukan pembersihan rumah dan penyelesaian kekurangan-kekurangan fasilitas pemondokan.

“Sekarang sedang berlangsung tahap pembersihan,” kata Wakil Kepala Daerah Kerja (Daker) Bidang Perumahan Ahmad Jauhari.

Untuk di wilayah ring I dengan radius 2.000 meter dari Masjidil Haram, pemerintah menyewa 210 rumah yang memiliki 125.845 kamar atau sebanyak 63 persen dari total jamaah. Adapun di ring II dengan radius 4.000 meter, rumah yang disewa mencapai 164 unit dengan 75.010 kamar atau 37% jamaah. (iy/mok)